Diperbarui: 31 Agu
SABTU malam, 31 Agustus 1602. Neeltgen Cornelis bimbang. Sejak beberapa waktu yang lalu kakinya tak berhenti bergerak, seakan hal itu dapat membantunya membuat keputusan penting. Sesekali melirik jam, namun alih-alih bergegas, Neeltgen justru kembali termenung. Dia bimbang selama berhari-hari, pikirannya berputar pada kemungkinan-kemungkinan spekulatif.
“Jika aku melakukannya, keuntungan yang besar sudah pasti di tangan. Namun, jika ini tidak berjalan sesuai rencana maka habislah aku,” kurang lebih itulah yang ada di pikiran asisten rumah tangga tersebut.
Apa yang sesungguhnya dipikirkan Neeltgen?
Kabar didirikannya sebuah perusahaan gabungan dari sejumlah perusahaan dagang di wilayah Belanda pada 20 Maret 1602 telah tersebar ke berbagai penjuru kota. Meski pendirian perusahaan dagang hal biasa, kehadiran perusahaan dagang VOC itu mencuri perhatian karena menawarkan saham kepada publik untuk meningkatkan modal.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















