top of page

Orang Pertama yang Menjual Saham VOC

Jan Allertsz membeli saham VOC kala perusahaan itu melakukan IPO. Namun, ia kemudian menjual sahamnya karena tak memiliki uang untuk membayar angsuran pembelian saham.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Bursa Efek Amsterdam (Claes Jansz. Visscher/Wikimedia Commons)

12 Jan 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 28 Jan

NAMA Warren Buffet, Ken Griffin, dan James Harris Simons alias Jim Simons sudah tak asing bagi mereka yang berkecimpung di dunia saham. Ketiga tokoh itu kerap menjadi perbincangan karena berhasil membangun kekayaan melalui investasi saham. Namun, pernahkah anda mendengar nama Jan Allertsz?


Jan Allertsz merupakan orang pertama yang menjual saham tahun 1603. Setahun sebelumnya, ia membeli saham VOC yang baru didirikan pada 20 Maret 1602. Pria yang berasal dari keluarga pengusaha kapal tongkang yang beroperasi antara Amsterdam dan London itu menjual sahamsenilai 2.400 gulden kepada Maria van Egmont tanggal 3 Maret 1603.Masih di hari yang sama, Allertsz kembali menjual sahamnya seharga 600 gulden kepada Nyonya van Barssum di Den Haag.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page