top of page

Cikal Bakal Bursa Saham

Amsterdam menjadi pusat perdagangan saham pertama di dunia. Demam perdagangan saham kemudian menjalar ke berbagai negara termasuk ke Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Bursa Efek Amsterdam (Claes Jansz. Visscher/Wikimedia Commons).

15 Jan 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 19 Mei

SEBAGAI salah satu jalan tertua di Amsterdam, Belanda, Warmoesstraat menjadi saksi berbagai peristiwa bersejarah, di antaranya kemunculan bursa saham pertama di dunia. Pada abad ke-16, Warmoesstraat tak hanya jalur transportasi penting, tetapi juga tempat tinggal para pedagang. Mereka hanya perlu ke luar rumah untuk bertemu pedagang lain atau melakukan transaksi jual beli. Seiring berjalannya waktu, makin banyak pedagang dari berbagai kota datang ke sana untuk berbisnis.


Kawasan itu seakan tak pernah berhenti berdenyut, terlebih setelah Amsterdam menjadi pusat perdagangan di Eropa. Tak jarang para kuli angkut yang membawa gerobak kesulitan mencari jalan di antara kerumunan pengendara dan pedagang. Menyadari keadaan tersebut tidak dapat terus berlanjut, pada 1561 Dewan Kota menetapkan New Bridge sebagai tempat untuk berdagang. Di sana, selain melakukan transaksi, para penjual maupun pembeli juga bisa mengetahui berbagai informasi terkait pelayaran dan perdagangan berbagai perusahaan.


Meski begitu, solusi ini tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah karena tingginya aktivitas perdagangan di Amsterdam. Sejarawan Lodewijk Petram dalam The World's First Stock Exchange menyebut transaksi yang dilakukan di ruang terbuka menjadi kendala utama.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page