Diperbarui: 22 Jul
TIM sepak takraw putri Indonesia memilih walk out (WO) di babak kedua kontra tuan rumah di SEA Games ke-29 di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam pertandingan babak round robin pada Minggu, 20 Agustus 2017 itu, wasit Muhammad Radi asal Singapura mengeluarkan keputusan yang merugikan tim Indonesia.
Wasit beberapa kali membatalkan dan menilai foul servis tim Indonesia. Setelah protes tak digubris, tim Indonesia memutuskan WO padahal tengah memimpin 16-10 di babak kedua. Atlet takraw putri Indonesia pun berurai air mata karena kecewa. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang menyaksikan laga di Titiwangsa Indoor Stadium, Kuala Lumpur itu, berusaha menenangkan para pemain.
Sejarah seolah mengulang kejadian pada SEA Games ke-15 di Kuala Lumpur, Malaysia tahun 1989. Atlet tenis meja Indonesia dari nomor tunggal putri, Rossy Pratiwi Dipoyanti Syechabubakar, memilih WO di final melawan atlet Malaysia Leong Mee Wan pada 25 Agustus 1989. Padahal, Rossy sudah merebut set pertama dengan skor tipis 17-16. Tapi di set kedua, Rossy dirugikan oleh keputusan wasit Goh Kun Tee asal Malaysia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















