top of page

Bercanda Gaya Akademi Militer

Kadet Akademi Militer Yogyakarta angkatan pertama membangun semangat korps dengan bercanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para kadet MA saat terjun dalam Perang Kemerdekaan (Dok. Moehkardi)

8 Agu 2019
2 menit membaca

Diperbarui: 22 Jun

HUBUNGAN perkawanan antara sesama kadet Akademi Militer Yogyakarta angkatan pertama (1948) dan para instrukturnya, dikenal sangat erat dan kompak. Menurut Sayidiman Suryohadiprodjo, keadaan tersebut bukan saja menimbulkan keakraban dan kekompakan sepanjang hayat namun juga munculnya kisah-kisah lucu di kalangan mereka.


“Terdapat banyak anekdot yang beredar di kalangan kami,” ujar kadet angkatan pertama di Akademi Militer Yogyakarta itu.


Ada suatu cerita yang kerap dikenang oleh anak-anak Akademi Militer Yogyakarta angkatan awal yakni kisah celana pinjaman Aswawarmo, salah seorang instruktur di akademi militer tersebut. Kisah itu pernah ditulis oleh Daud Sinjal dalam Laporan Kepada Bangsa.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page