- 3 Okt 2023
- 6 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
HARI itu, 3 Oktober 1838, Ma-ka-tai-me-she-kia-kiak alias Black Hawk mengembuskan napas terakhirnya di usia 72 tahun. Panglima perang suku Indian Sauk itu tinggal nama bukan karena peluru atau pedang melainkan malaria yang menderanya sejak tiga bulan terakhir.
Kapten James H. Jordan, veteran cum saudagar bulu hewan yang merupakan sahabat Black Hawk, membantu pemakamannya di tepi utara Sungai Des Moines, Iowa, Amerika Serikat. Black Hawk dikuburkan dengan ritual suku Sauk lengkap dengan seragam militer dan bendera Amerika dekat nisannya.
“Jenazahnya mengenakan mantel militer yang ia terima di Washington enam tahun sebelumnya, ditambah epaulette emas, sabuk, dan sebilah pedang. Di kerahnya dikalungi sejumlah medali yang ia terima dari sejumlah tokoh: salah satu (medalinya) terukir gambar Presiden Andrew Jackson, medali lainnya terukir gambar Presiden James Madison, dan medali ketiga ia terima di Kanada dari pihak Inggris,” tulis Patrick J. Jung, sejarawan dan kurator Museum Grohmann, dalam The Black Hawk War of 1832.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















