top of page

Bule Belanda Dukung Sukarno Merebut Papua

Eks marinir Belanda di Jawa Timur bernama J.D. van der Lugt mendaftar jadi sukarelawan untuk melawan Belanda di Papua.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tiga personel mewakili Koninklijke Landmacht, KNIL, dan Marinir yang menjadi kekuatan Belanda dalam Agresi Militer I. JC van der Lugt ikut di dalamnya. (Nationaal Archief/Wikimedia Commons).

14 Agu 2025
3 menit membaca

Diperbarui: 30 Apr

DIA tiba di Indonesia sebagai sukarelawan dalam Marine Brigade (Brigade Marinir) Angkatan Laut Kerajaan Belanda. Dia adalah J.C. van der Lugt (ada yang menulisnya Cor van der Lugt). Sebelum dikirim ke Indonesia, pria kelahiran Belanda sekitar tahun 1927 ini hanyalah seorang pemuda yang bekerja sebagai perawat bibit tanaman pertanian di masa Belanda masih diduduki tentara Jerman. 

 

Setelah Belanda terbebas dari tentara Jerman, pemuda asal Amsterdam ini bergabung dalam militer Belanda pada 20 Juni 1945. Algemeen Handelsblad tanggal 11 Januari 1962 menyebut dia kemudian dikirim ke Amerika Serikat untuk pelatihan marinir oleh Marinir Amerika Serikat. Setelah menjadi Marinir Kelas Tiga, Lugt dikirim ke bekas Hindia Belanda yang mulai disebut Indonesia karena telah memproklamasikan kemerdekaannya.

 

Daerah kerja Marinir Belanda semasa revolusi kemerdekaan Indonesia adalah Jawa Timur. Nieuwe Courant (15 Maret 1947) menyebut, Brigade Marinir Belanda tiba di kota Surabaya, kota pangkalan Angkatan Laut Belanda sejak zaman Hindia Belanda, pada Maret 1946. Mereka kemudian disebar ke berbagai daerah konflik. Dalam Agresi Militer Belanda pertama pada 21 Juli 1947, pasukan Marinir Belanda yang terkenal kejam menyebar ke daerah-daerah di luar Surabaya sampai ke Keresidenan Besuki.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page