top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Cara Belajar Si Bujang Jauh

Sekolah dasar tak tamat, mengaji pun tak sungguh-sungguh. Hamka lebih suka membaca dan berkelana.

22 Apr 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Sekolah Perguruan Thawalib di Padang Panjang, Sumatra Barat, tempat Buya Hamka belajar agama. (Jose Hendra/Historia.ID).

Diperbarui: 17 Des 2025

HAMKA sudah bisa memegang telinganya dengan tangan melalui ubun-ubun di usia sembilan tahun pada 1917. Dia pun dimasukkan ke sekolah desa (kalau di Jawa disebut sekolah ongko loro) yang hanya sampai kelas tiga. Mulanya, dia akan dimasukkan ke sekolah Europeesche Lagere School (sekolah dasar untuk anak Belanda), namun tidak menerima murid lagi karena penuh. Sekolah desanya ditempatkan dekat sekolah gubernemen (pemerintah) itu, di tangsi militer Gubuk Melintang, Padang Panjang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Dari Brussel ke Jalan Astrid di Kebun Raya Bogor. Raja dan Ratu Belgia dari berbagai masa punya cerita di Indonesia.
Sudomo Sumber Berita

Sudomo Sumber Berita

Sudomo merupakan pejabat tinggi Orde Baru yang paling sering berurusan dengan wartawan. Pernyataan hingga ocehannya jadi bahan pemberitaan.
Keruntuhan Bisnis Dasaad

Keruntuhan Bisnis Dasaad

Pada masanya, Agus Musin Dasaad mencapai puncak kejayaan bisnis pribumi. Kedekatannya dengan kekuasaan membuka banyak peluang sekaligus risiko. Ketika lanskap politik berubah, bisnisnya pun ikut goyah.
bottom of page