top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Cerita dari Stadion Diponegoro (Bagian I)

Kisah di balik stadion berstatus cagar budaya di Semarang. Stadion yang turut disinggahi Bapak Pandu Dunia, Lord Baden-Powell.

7 Jan 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Pintu gerbang masuk Stadion Diponegoro. (Randy Wirayudha/Historia.ID).

Diperbarui: 31 Des 2025

DERETAN toko berdinding hijau hampir menutupi sekujur bangunan asli sebuah stadion tua di Jalan Ki Mangunsarkoro, Kota Semarang. Gerbang masuknya menjorok ke dalam, menyempil di antara deretan toko tadi. Sebuah papan nama masih terpampang jelas sekaligus menegaskan siapa pemilik bangunan stadion itu: Stadion Diponegoro. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page