top of page

Cerita dari Stadion Hoegeng di Pekalongan

Stadion ikonik dari Kota Batik Pekalongan. Disempurnakan monumen Hoegeng Iman Santoso yang jadi panutan fair play dan kejujuran.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Stadion Hoegeng di Pekalongan. (Randy Wirayudha/Historia.ID).

15 Jan 2025
5 menit membaca

Diperbarui: 31 Des 2025

KOTA Pekalongan tak hanya dikenal sebagai Kota Batik dan kota kelahiran tokoh polisi jujur, Jenderal Polisi Hoegeng Imam Santoso. Di masa lalu, Pekalongan juga dikenal akan sepakbolanya. Ketiga julukan itu diwakilkan sebuah stadion tua yang masih berdiri kokoh: Stadion Hoegeng. 


Siang itu dengan mendung menaungi kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Kraton Kidul, Pekalongan, stadion Hoegeng jauh dari keriuhan. Beberapa pedagang minuman di sekitarnya juga tampak lesu karena situasi kawasan tengah sepi.


Bangunan Stadion Hoegeng masih kokoh meski jauh dari kata modern. Dari muka, tribun utamanya yang berlantai tiga tampak masih megah. Tepat di depannya terdapat sebuah monumen dengan patung Hoegeng setinggi 9 meter berikut umpaknya tiga meter. Sosoknya berdiri gagah dengan kepala menengok ke kiri sembari menghormat dan tangan kiri serta tangan kanan mendekap tongkat komando.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
transparant.png
bottom of page