top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Cerita di Balik Popularitas Sukarno

Terpilihnya Sukarno sebagai presiden pertama Republik Indonesia tak dapat dilepaskan dari popularitasnya. Ia membentuk dirinya menjadi tokoh penting gerakan nasionalis sejak zaman kolonial Belanda dan semakin kuat di masa pendudukan Jepang.

5 Jun 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Presiden Sukarno berpidato di sebuah acara yang diselenggarakan pada bulan Desember 1945. (Koleksi Foto Kepresidenan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia).

BELAKANGAN ini sejarah Indonesia menarik perhatian banyak orang, khususnya generasi muda sebagai pengguna utama berbagai media sosial. Salah satu tokoh yang sering menjadi sorotan adalah Presiden Sukarno. Tak hanya tentang sosok Sukarno, pembahasan juga terkait perannya di masa pergerakan kemerdekaan hingga kiprahnya sebagai pemimpin pemerintahan. Banyak di antara anak muda penasaran mengapa di antara banyak tokoh pergerakan nasional, Sukarno yang terpilih menjadi presiden pertama Republik Indonesia?

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page