top of page

Sukarno, Romusha, dan Pendudukan Jepang di Indonesia

Sukarno bekerja sama dengan Jepang sebagai strategi mencapai kemerdekaan Indonesia. Dia pun terlibat dalam propaganda pengerahan romusha. Pilihan sulit yang membuatnya dicap kolaborator.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sukarno mengenakan celana pendek dan topi jerami serta memegang sekop dan menunjuk ke kejauhan. Foto ini diambil ketika Sukarno menjadi salah satu tokoh terkenal yang terlibat dalam kegiatan romusha sukarela di Bogor pada 1944. (Wikimedia Commons).

4 Jun 2025
6 menit membaca

Diperbarui: 14 Des 2025

NARASI yang menyebut Presiden Sukarno sebagai mandor romusha ramai diperbincangkan di media sosial. Hal ini karena Sukarno terlibat dalam propaganda pengerahan romusha sebagai konsekuensi berkerja sama dengan Jepang. Membahas peran Sukarno di masa pendudukan Jepang tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik yang terjadi ketika itu. Pendudukan Jepang di Indonesia merupakan peristiwa besar bagi Sukarno maupun gerakan nasionalis.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page