top of page

Congo

Saya tak melihat Anwar Congo sebagai seorang pembunuh berdarah dingin.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Anwar Congo dalam film The Act of Killing garapan sutradara Joshua Oppenheimer. (letterboxd.com).

6 Jan 2013
3 menit membaca

Diperbarui: 25 Jul 2025

SAYA tak melihatnya sebagai seorang pembunuh berdarah dingin. Dia lebih mirip seorang aktor: berpenampilan dendi, pandai bernyanyi, menari cha-cha dan lihai berakting. Dia selalu punya cara supaya bisa tetap menikmati sebuah pembunuhan: sambil mendengarkan musik, bernyanyi, berfantasi karena marijuana dan tentu menenggak minuman keras.


Malam-malam yang tak terbayangkan mengerikannya bagi sang korban adalah aksi teatrikal yang fantastis bagi dirinya. Anwar Congo, nama lelaki tua itu, seperti mendatangkan mimpi buruk dari masa lalu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
transparant.png
bottom of page