top of page

Dakocan dari Boneka ke Lagu Anak-anak

Boneka dakocan menjadi salah satu mainan paling disukai anak-anak. Namun, boneka dari Jepang ini dianggap rasis. Di Indonesia, dakocan sampai dibuat lagu anak-anak.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Seorang anak membeli boneka dakocan yang ia beli di salah satu toko di Jepang pada tahun 1960-an. (Majalah Life, 12 September 1960).

19 Jul 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 9 Mar

KEBANYAKAN orang tentu tak asing dengan nama dakocan, sebuah boneka yang populer di kalangan anak-anak perempuan sejak tahun 1960-an. Boneka berbahan plastik maupun karet berwarna hitam ini berasal dari Jepang. Nama boneka ini adalah dakko-chan yang dalam bahasa Jepang artinya boneka yang bisa dipeluk.


Sesuai dengan namanya, dakocan dapat dililitkan ke badan –biasanya tangan atau kaki– yang membuat boneka ini terlihat seperti sedang memeluk sesuatu. Tak heran bila banyak anak-anak melilitkan dakocan di tangannya saat tengah bermain atau melakukan aktivitas sehari-hari.


Menurut Millie Creighton dalam “Soto Others and uchi Others: Imaging Racial Diversity, Imagining Homogeneous Japan,” termuat di Japan’s Minorities: The Illusion of Homogeneity, dakocan muncul di Jepang sejak tahun 1950-an dan segera mencuri perhatian publik di Negeri Sakura, khususnya anak-anak. Sebab, boneka yang diproduksi oleh Takara Company ini memiliki tampilan yang khas, yakni berwarna hitam dengan mata besar dan bibir berwarna merah yang juga besar.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
transparant.png
bottom of page