top of page

Julisa Rastafari dari Manila ke Manila

Kisah srikandi basket Indonesia. Menebus prestasi di Manila sepeninggal sang ayah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Julisa M. Rastafari, srikandi basket yang masih bugar di masa senja, menjadi pelatih tim basket putri Indonesia Muda. (Fernando Randy/Historia.ID).

19 Sep 2019
4 menit membaca

Diperbarui: 7 Mei

SORE itu, 5 September 2019, di salah satu bidang lapangan basket Gelora Bung Karno. Seolah tak mau kalah dari keriuhan sekitar arena yang dikeluarkan suporter timnas Indonesia jelang pertandingan Indonesia kontra Malaysia, Julisa Rastafari acap mengeluarkan suara lantangnya. Urat di tenggorokannya berulangkali menegang kala ia memberi instruksi lewat teriakan. Maklum, arahannya harus terdengar para anak asuhnya.


Gaya melatih Julisa memang keras. Seringkali omelan dengan kata-kata kasar keluar dari mulutnya. Sesekali tangannya tampak “gatal” seperti ingin menampar. Namun,  semua itu cair ketika anak-anak asuhnya bisa mempraktikkan arahannya dengan benar, yang diikuti tos atau sekadar acungan jempol.


Pun begitu, tak sekali pun terlihat orangtua anak-anak didiknya naik pitam atas gayanya melatih pasukan putri U-14 Indonesia Muda (IM). Sebaliknya, laku-laku Julisa justru beberapakali mengundang tawa kecil beberapa aparat keamanan di pinggir lapangan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page