top of page

Dewi Sri dan Hariti dalam Masyarakat Jawa Kuno

Masyarakat Jawa Kuno memuja Dewi Sri dan Hariti untuk meminta kesuburan. Bagaimana asal-usulnya?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sosok Dewi Hariti di dinding Candi Mendut, Magelang. (Wikipedia).

10 Mar 2021
4 menit membaca

Diperbarui: 24 Mei

PEREMPUAN atau ibu dalam berbagai peradaban kuno dianggap sumber kehidupan. Penjelmaannya sebagai dewi kesuburan dan reproduksi. Di Indonesia, dewi ibu atau dewi kesuburan identik dengan Dewi Sri.


Arkeolog Titi Surti Nastiti dalam “Dewi Sri dalam Kepercayaan Masyarakat Indonesia” yang terbit dalam jurnal Tumotowa Vol. 3 No. 1 (2020), menjelaskan kata “Sri” diambil dari bahasa Sanskerta, śrī. Artinya kesuburan, kekayaan, keberuntungan, kesehatan, keindahan, dan personifikasi. Śrī juga biasa dipakai sebagai awalan menyebut nama orang terhormat atau suci, misalnya Śrī Krisna. Pun dalam bahasa Indonesia, misalnya Sri Baginda.


Dewi Sri dihormati masyarakat Jawa, Sunda, dan Bali. Legendanya di setiap daerah hampir sama, yakni tentang tumbuhan yang berasal dari tubuh seorang perempuan.  Cerita Dewi Sri tertua ditemukan dalam teks Tantu Panggelaran yang ditulis pada abad ke-16. Teks ini berkisah tentang keadaan Pulau Jawa ketika baru diciptakan. Dewa-dewa turun untuk menyempurnakannya. Termasuk Batara Wisnu dengan Batari Sri yang menjelma jadi raja di Mdang Gana bernama Sang Kandyawan dan permaisurinya. Pasangan ini dikaruniai lima orang putra.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page