top of page

Di Balik Senandung Kemerdekaan Husein Mutahar

Husein Mutahar bukan sekadar pencipta lagu “Hari Kemerdekaan” dan pendiri Paskibraka. Penyelamat bendera pusaka yang menyandang dua pangkat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Muhammad Husein Mutahar. (Perpusnas RI).

  • 12 Agu 2024
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 9 Jun

SETIAP kali menjelang HUT Kemerdekaan RI, tembang bertajuk “Hari Merdeka” senantiasa terngiang. Lagunya yang menghentak selalu membangkitkan semangat. “Tujuh belas Agustus tahun empat lima, itulah hari kemerdekaan kita. Hari Merdeka, nusa dan bangsa. Hari lahirnya bangsa Indonesia. Mer..de..ka!”


Api semangat dari lagu patriotik itu tak lekang zaman meski usia lagunya sudah genap 78 tahun. Lagu itu diciptakan Husein Mutahar pada 1946 atau saat republik masih berumur setahun.


Mutahar sendiri lahir di Semarang pada 5 Agustus 1916 dengan nama Muhammad Husein bin Salim bin Ahmad bin Saim bin Ahmad al-Mutahar. Dari namanya, ia seorang Sayyid, sebutan keturunan Nabi Muhammad SAW yang belakangan lebih kondang jadi gelar “Habib”.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Anak muda putus sekolah dan menganggur menjadi problem di banyak daerah di Indonesia. Di Jombang, sebuah kota kecil di Jawa Timur, mereka diberikan keterampilan praktis dan praktik lapangan lalu dikirim ke Lampung dalam program Transmigrasi Pramuka.
bg-gray.jpg
The United States’ hydrogen bomb tests in the Eniwetok Atoll in the Pacific alarmed a member of the Indonesian House of Representatives, who urged the government to mobilize opposition on the international stage.
bg-gray.jpg
Jenderal Soedirman mendukung Persatuan Perjuangan yang digagas Tan Malaka. Namun, dia kemudian meninggalkan kawan sehaluan setelah terjadi peristiwa kudeta 3 Juli 1946.
bg-gray.jpg
Setelah Sutan Sjahrir dibebaskan, para pengikut Tan Malaka menyodorkan konsepsi untuk disetujui Sukarno. Hatta menyadari sedang terjadi kudeta.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
 Separuh hidupnya untuk dunia peran. Dua kali memerankan biopik legenda kulit hitam.
Separuh hidupnya untuk dunia peran. Dua kali memerankan biopik legenda kulit hitam.
Mengenang sang juru taktik dari Austria. Alfred Riedl si galak yang akan terus diingat dalam sejarah sepakbola Indonesia.
Mengenang sang juru taktik dari Austria. Alfred Riedl si galak yang akan terus diingat dalam sejarah sepakbola Indonesia.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Sepasang penari di depan pengantin mengantar ke pelaminan. Bermula dari tugas suci, sekarang menjadi penggembira.
Sepasang penari di depan pengantin mengantar ke pelaminan. Bermula dari tugas suci, sekarang menjadi penggembira.
transparant.png
bottom of page