top of page

Diberi Amnesti, Para Tokoh PRRI Masuk Bui

Pengampunan dari negara tak membuat pentolan PRRI-Permesta bisa bebas begitu saja. Mereka harus menjalani dulu masa penahanan yang disebut karantina politik.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para pimpinan PRRI berkumpul di Padang, Maret 1958. Pimpinan Partai Masjumi Sjafruddin (kenakan peci dan jas putih) bersebelahan dengan Kolonel Maludin Simbolon. (Foto: James Burke/Life)

  • 20 Sep 2025
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 18 Mar

PERASAAN tak menentu dialami Maludin Simbolon saat bersua dengan Ahmad Yani. Saat itu, Simbolon baru saja turun gunung setelah menerima amnesti dari pemerintah. Baru saja berkelahi, tembak-menembak, lantas bertemu. Demikian pikiran Simbolon terhadap Yani. Sebelumnya, Simbolon dan Yani saling berhadap-hadapan sebagai lawan.

 

Pada 1958, eks Kolonel Simbolon dicopot dari jabatannya sebagai panglima Divisi Bukit Barisan. Simbolon kemudian memihak Pemerintahanan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang dicap pemerintah pusat sebagai pemberontak. Simbolon bahkan didapuk sebagai menteri luar negeri dalam Kabinet PRRI. Sementara itu, Kolonel Yani ditunjuk sebagai komandan Operasi 17 Agustus untuk menumpas gerakan PRRI di Sumatra Barat.

 

Memasuki 1961, TNI berhasil menumpas PRRI. Untuk memanggil pulang orang-orang PRRI yang masih bergerilya, pemerintah menerbitkan amnesti atau pengampunan pada Agustus 1961.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah berduka secara beruntun. Kehilangan orang dekat dalam waktu singkat.
bg-gray.jpg
Penyebaran pamflet provokatif oleh Front Pemuda Sunda bikin geger. Parlemen sampai memanggil perdana menteri. Ketidakadilan jadi pangkalnya.
bg-gray.jpg
Tubagus Angke asal Banten melanjutkan Fatahillah memimpin Jayakarta. Sebagai Pangeran Jayakarta II, dia membawa Pelabuhan Sunda Kelapa menandingi Pelabuhan Malaka.
bg-gray.jpg
Sjahrir-Amir Sjarifoeddin memburu para oposannya. Sukarno pinjamkan mobil dan beri sangu untuk menangkap Tan Malaka dan kawan-kawannya.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Keberagaman dalam Imlek menjadi semangat baru bagi bangsa Indonesia untuk bangkit melawan pandemi covid-19.
Keberagaman dalam Imlek menjadi semangat baru bagi bangsa Indonesia untuk bangkit melawan pandemi covid-19.
Produksi penulisan sejarah maupun penyebaran informasi kesejarahan harus merespons situasi zaman.
Produksi penulisan sejarah maupun penyebaran informasi kesejarahan harus merespons situasi zaman.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Fabio Quartararo dan Johann Zarco mengulang sejarah enam dekade MotoGP yang ditorehkan Pierre Monneret dan Jacques Collot. Siapa mereka?
Fabio Quartararo dan Johann Zarco mengulang sejarah enam dekade MotoGP yang ditorehkan Pierre Monneret dan Jacques Collot. Siapa mereka?
Perkumpulan Multatuli di Belanda menyerahkan artefak bersejarah kepada pemerintah Lebak.
Perkumpulan Multatuli di Belanda menyerahkan artefak bersejarah kepada pemerintah Lebak.
transparant.png
bottom of page