top of page

Rumah Tahanan Masyumi

Politisi Partai Masyumi menjadi tahanan politik di rumah tahanan militer karena terlibat dalam PRRI.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para pimpinan PRRI berkumpul di Padang, Maret 1958. Pimpinan Partai Masyumi Sjafruddin Prawiranegara masing-masing berdiri diapit tiga perwira militer. Foto: James Burke/Life.

1 Jun 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 9 Jun

YUNAN Nasution, sekjen Partai Masyumi, menunggu giliran masuk ke Rumah Tahanan Militer (RTM) Budi Utomo pada 7 April 1962. Ia tak sendirian. Bersamanya sejumlah kader Masyumi turut digelandang polisi militer, antara lain K.H. Isa Anshary, juru bicara Partai Masyumi, dan Ir. Ondang, pejabat Bank Indonesia sekaligus fungsionaris partai. Mereka ditahan atas keterlibatan sejumlah petinggi Masyumi dalam pemberontakan di daerah. Kelompok pemberontakan ini lebih dikenal dengan nama PRRI, pemerintahan tandingan yang menentang pemerintah pusat.


“Kyai Isa dan Yunan Nasution dan Ir. Ondang masuk disel. RTM artinya Rumah Tahanan Masyumi,” begitulah lelucon kawan-kawan sesama tahanan seperti dicatat Mochtar Lubis dalam Catatan Subversif.


RTM resminya bernama Asrama Tuna Terpidana Militer (Astuntermil). Karena terletak di Jalan Budi Utomo No. 7, Jakarta Pusat, ia lazim disebut RTM Budi Utomo. Penjara ini seyogianya diperuntukkan bagi personel militer yang melakukan pelanggaran. Namun, pada awal 1960, RTM ini juga difungsikan sebagai tempat tahanan politik, selain tahanan militer.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page