top of page

Drama Tapol PRRI dan Tapol PKI dalam Penjara

Dalam penjara sekalipun, para tapol kiri dan kanan masih tidak bisa akur. Sekedar berbagi bawang pun tak sudi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para pimpinan PRRI berkumpul di Padang, Maret 1958. Pimpinan Partai Masyumi Mohammad Natsir dan Sjafruddin Prawiranegara masing-masing berdiri diapit tiga perwira militer. Foto: James Burke/Life.

28 Sep 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 17 Apr

SEJUMLAH tahanan politik PRRI dipindahkan dari rumah tahanan militer di Jakarta ke Madiun. Mereka menempati sebuah wisma di Jalan Wilis yang terdiri dari empat blok bangunan. Masing-masing blok berisi kamar-kamar besar maupun kecil yang mampu menampung hingga seratus orang tahanan. Di tempat itulah beberapa politisi dari Partai Masyumi dan PSI ditahan sejak akhir tahun 1962.


Segelintir nama para penghuni Wisma Wilis antara lain Mohammad Roem, Prawoto Mangkusasmito, KH. Isa Anshary, Engku Zaenal Muttaqien, dan M. Yunan Nasution. Sebagai orang tahanan, tak banyak yang bisa mereka lakukan di Wisma Wilis. Apalagi keluarga jarang membesuk lantaran jarak yang jauh dari Jakarta. Tapi, hari-hari para tahanan tetap disibukkan dengan rupa-rupa kegiatan.


Di dalam penjara, mereka banyak mendalami kitab suci Al-Qur’an atau mendengarkan siaran radio luar negeri. Sementara, di luar penjara, para tapol merambah pekarangan penjara dengan bercocok tanam. Kegiatan ini dimungkinkan karena luas pekarangan Wisma Wilis mencapai 4000 meter persegi. Mereka menanami berbagai jenis tanaman palawija seperti bawang, cabe, tomat, dan pepaya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page