top of page

Dompet Cekak Menteri Keuangan Mar'ie Muhammad

Menteri Keuangan Mari'ie Muhammad bertugas mengurusi triliunan anggaran negara. Tapi, siapa sangka, dia tak pernah bawa uang dan kerap berutang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mar'ie Muhammad (duduk paling kiri menggendong cucu), Menteri Keuangan RI 1993--1998. (Foto: Dok. Keluarga Mar'ie Muhammad.)

3 Jul 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 15 Mei

SEBELUM lingkar luar Stadion Gelora Bung Karno seramai sekarang sebagai tempat joging, Mar'ie Muhammad telah rutin mengitari kompleks olahraga itu pada dekade 1980-an hingga 1990-an. Setiap sore, lelaki kurus tinggi berkacamata tebal itu menghabiskan waktu untuk joging di Senayan.


Mar'ie dikenal sebagai pejabat dirjen pajak kemudian menteri keuangan pada Kabinet Pembangunan VI (1993—1998). Olahraga joging adalah caranya melepaskan diri dari stres dan tekanan tinggi sebagai pejabat tinggi negara di sektor keuangan.


“Ternyata resep laki-laki yang pernah tinggal di daerah padat di bilangan Jakarta Selatan ketika menjadi dirjen [pajak] ini cukup murah yakni joging. Saban Minggu sore ia berjalan mengitari Stadion Utama Senayan, Jakarta, ditemani dua tiga rekannya, biasanya Mar'ie dengan penuh semangat dan menikmati betul olahraga murah meriah itu. Ia cuek saja berbaur dengan masyarakat umum yang juga melakukan olahraga di tempat itu,” demikian profil Mar'ie dalam Bali Post, 23 Agustus 1997.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page