top of page

Dua Legenda Ludruk Indonesia

Cak Gondo Durasim dan Cak Bowo menggunakan ludruk untuk menyebarkan nasionalisme dan semangat revolusi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan Cak Gondo Durasim. (Facebook Surabaya Historical).

10 Apr 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 4 Mei

NAMA Cak Gondo Durasim sudah melegenda di dunia kesenian ludruk. Ia memimpin Ludruk Genteng yang justru lebih terkenal dengan nama Ludruk Gondo Durasim. Ludruk ini melakukan pembaruan terhadap kesenian ludruk dan melakukan pertunjukan-pertunjukan revolusioner selama masa kolonial.


Cak Gondo adalah seniman ludruk kelahiran Jombang, di mana diyakini juga merupakan tempat kelahiran kesenian ludruk itu. James L. Peacock dalam Ritus Modernisasi, Aspek Sosial & Simbolik Teater Rakyat Indonesia menyebut pada akhir abad ke-20, Cak Gondo telah mengorganisir sebuah rombongan ludruk yang jumlah anggotanya tak terbatas.


Rombongan ludruk ini kemudian memainkan pertunjukan utuh dengan cerita, karakter dan tokoh yang beragam. Mereka juga tidak menggunakan lagi peran dan nama yang sama dalam semua pertunjukan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.
Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.
Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
Setelah mendapat janji gubernur DKI, ada harapan Masjid Jami Al Masur direstorasi. Namun, prosesnya tak mudah.
Setelah mendapat janji gubernur DKI, ada harapan Masjid Jami Al Masur direstorasi. Namun, prosesnya tak mudah.
transparant.png
bottom of page