- 9 Feb 2023
- 5 menit membaca
Diperbarui: 29 Jun
EMPAT hari berlalu, gempa yang mengguncang Turki dan Suriah pada Senin (6/2/2023) kini sudah menelan korban lebih dari 70 ribu jiwa tewas dan terluka. Cuaca musim dingin yang buruk mempersulit upaya penyelamatan. Kemungkinan besar jumlah korban masih akan bertambah.
Gempa berskala XI Mercalli atau berkekuatan 7,8 magnitudo yang titiknya berada di kedalaman 17,9 kilometer di Provinsi Gaziantep itu jadi bencana gempa terbesar di Turki pada era modern sejak gempa di Erzincan tahun 1999. Mengutip The Guardian, Kamis (9/2/2023), per hari ini pukul 17.52 WIB, korban tewas di Turki sudah mencapai angka 14.014 dan korban luka lebih dari 63 ribu orang. Sedangkan di Suriah korban tewas mencapai 3.162 jiwa dan 3.750 lainnya terluka. Total, sudah lebih dari 17.176 jiwa yang melayang di dua negara itu, termasuk di dalamnya dua warga negara Indonesia (WNI).
“KBRI Ankara mengevakuasi 123 orang. Dalam rombongan tersebut juga terdapat dua warga negara Malaysia dan 1 warga Myanmar. Tercatat 1 WNI dan anaknya yang berusia 1 tahun meninggal dunia di Kahramanmaras. KBRI Ankara telah pula menyampaikan berupa bantuan bahan makanan melalui Bulan Sabit Merah Turki,” kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam pernyataan pers di laman resminya, Rabu (8/2/2023).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















