top of page

Era Soekanto, Era Emas Kepolisian Indonesia

Kepolisian Republik Indonesia mengalami era keemasan di bawah Soekanto Tjokrodiatmodjo, seorang freemason yang jadi Pahlawan Nasional.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kapolri Pertama, Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo (duduk tengah) bersama jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia. (Museum Polri).

17 Nov 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 7 Jun

KEPALA Kepolisian Republik Indonesia pertama Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo merupakan seorang spiritualis. Ia aktif dalam beberapa organisasi kebatinan, teosofi, maupun vrijmetselarij atau freemason. Namun, kegiatannya dalam kebatinan ternyata tak mengganggu pekerjaan Soekanto sebagai Kapolri. Pada masa kepemimpinannya (1950-1959) Polri justru berada dalam masa keemasan.


Soekanto pertama kali bergabung dengan vrijmetselarij ketika menjadi polisi Hindia Belanda di Semarang. Ia tercatat sebagai anggota Lodge La Contante et Fidele pada 15 November 1938. Namun, aktivitas vrijmetselarij harus berhenti pada masa pendudukan Jepang dan loji-loji ditutup.


Peneliti Freemason Indonesia, Sam Ardi dalam Dialog Sejarah "Soekanto: Pahlawan Nasional, Bhayangkara, dan Freemason" di saluran Youtube dan Facebook Historia.ID, Selasa, 17 November 2020, menyebut bahwa loji-loji mulai bangkit pada 1950. Sementara itu, Soekanto dilantik sebagai murid di Loji Timur Agung yang kemudian menjadi Lodge Agung Indonesia. Dalam Loji Agung Indonesia, kemudian hari Soekanto menjabat posisi prestisius, yakni Penasehat Agung.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Dengan bantuan Uni Soviet, Indonesia pernah hampir memiliki Institut Oceanografi di Ambon. Ditelantarkan Orde Baru.
Dengan bantuan Uni Soviet, Indonesia pernah hampir memiliki Institut Oceanografi di Ambon. Ditelantarkan Orde Baru.
Lewat pendekatan budaya, Abdul Rasjid, delegasi Srilanka dalam KIAA melancarkan diplomasinya yang membuat para delegasi lainnya berderai tawa. Dia juga sosok di balik gelar Pahlawan Islam dan Kemerdekaan yang melekat pada Bung Karno.
Lewat pendekatan budaya, Abdul Rasjid, delegasi Srilanka dalam KIAA melancarkan diplomasinya yang membuat para delegasi lainnya berderai tawa. Dia juga sosok di balik gelar Pahlawan Islam dan Kemerdekaan yang melekat pada Bung Karno.
Utusan Mesir yang membawa keputusan pengakuan kedaulatan Republik Indonesia dari negara-negara Liga Arab, sempat terdampar di Singapura.
Utusan Mesir yang membawa keputusan pengakuan kedaulatan Republik Indonesia dari negara-negara Liga Arab, sempat terdampar di Singapura.
transparant.png
bottom of page