- Martin Sitompul

- 12 Sep 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 6 hari yang lalu
LASKAR pejuang di Sumatra Utara terkenal banyak tingkah dan kelakuan eksentrik dalam Perang Kemerdekaan. Mereka bertempur menghadapi Belanda di garis depan namun di belakang saling cakar dengan sesama kelompok laskar. Wakil Presiden Mohammad Hatta sampai dibuat repot berurusan dengan beberapa komandan laskar yang kerap bikin ulah.
Waktu itu pertengahan Juli 1947, Bung Hatta baru saja pulang dari India usai bertemu dengan Perdana Menteri Nehru. Sekembalinya ke Indonesia, Bung Hatta meneruskan perjalanan keliling Sumatra. Di beberapa kota, kedatangan Bung Hatta disambut rakyat dengan penuh semangat untuk mempertahankan kemerdekaan. Mulai dari Pekanbaru, Bukittinggi, kemudian masuk ke Sumatra Utara. Setelah melewati Sibolga pada 21 Juli 1947, terdengarlah kabar bahwa Belanda telah melancarkan agresi militer yang pertama. Kendati tentara Belanda mulai menduduki Sumatra Timur, rombongan Bung Hatta terus melanjutkan perjalanan ke Tarutung hingga Pematang Siantar.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












