top of page

Gedoran Corregidor

Pulau benteng di Filipina yang berjuluk Gibraltar dari Timur. Rintangan pamungkas Jepang untuk menguasai Asia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pasukan Amerika Serikat menyerah kepada Jepang di Corregidor, Filipina. (National Archives at College Park/Wikimedia Commons).

5 Mei 2020
5 menit membaca

Diperbarui: 6 Mei

PERASAAN Letjen Masaharu Homma membuncah. Malam itu, 6 Mei 1942, ia sudah ditunggu tamu istimewa di teras sebuah rumah bertembok putih di pesisir Bataan, Filipina. Namun, Panglima Tentara Angkatan Darat (AD) ke-14 Jepang itu mesti menjaga sikapnya sebagai pihak pemenang.


Homma sengaja membuat tamunya, Letjen Jonathan Mayhew Wainwright IV, komandan pasukan Amerika Serikat di Filipina (USFIP), menunggu dengan cemas sedari pukul 4 hingga pukul 6 petang. Walau Wainwright sudah menyiarkan menyerahnya pasukan gabungan Amerika dan Filipina pada siangnya, serdadu Jepang belum berhenti bermanuver.


Sejak memulai invasi ke Corregidor, sebuah pulau benteng yang jadi kubu pertahanan terakhir Amerika di Filipina, pada dini hari 5 Mei 1942, sedikit demi sedikit tentara Jepang menerabas perimeter-perimeter pertahanan. Walau sudah mendengar siaran menyerahnya Wainwright pada pukul 11 siang 6 Mei 1942, Homma belum berniat menghentikan laju pasukannya yang nyaris mencapai markas bawah tanah Wainwright di Bukit Malinta, Pulau Corregidor atau dalam catatan resmi Amerika bernama Fort Mills.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page