top of page

Goresan Potlot di Markas Slank

Jauh sebelum dikenal sebagai markas Slank, Potlot menggoreskan sejarah sebagai lokasi pabrik pensil pertama di Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi potlot. (M.A. Yusuf/Historia.ID).

19 Des 2022
13 menit membaca

JIKA tak ada pagebluk, Jalan Potlot III tak pernah sepi. Anak-anak muda dari berbagai daerah berdatangan dan nongkrong di sana. Siapa lagi magnetnya kalau bukan grup musik legendaris Indonesia bernama Slank. Situasinya jauh berbeda dibandingkan setengah abad lalu ketika Sidharta Manghuruddin dan keluarganya tinggal di sana. Rumah Sidharta ibarat villa peristirahatan. Belum banyak rumah di sekitarnya. Potlot pun punya reputasi sebagai “tempat jin buang anak”.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page