top of page

Gubernur Jenderal VOC yang Terpilih Secara Tidak Sengaja

Joannes Camphuys dipandang lemah oleh rekan-rekannya sesama anggota Dewan Hindia. Namun, karena strategi yang salah, Camphuys secara tidak sengaja terpilih sebagai gubernur jenderal VOC.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Joannes Camphuys, gubernur jenderal VOC (1684-1691). (Gerrit van Goor/Rijksmuseum).

3 Sep 2023
4 menit membaca

KETIKA Cornelis Speelman tiba-tiba meninggal dunia pada 1684, Dewan Hindia dihadapkan pada pilihan untuk memilih penggantinya. Pilihan menjadi lebih sulit karena Direktur Jenderal Balthazar Bort yang ditunjuk menggantikan Speelman, menyusul sang gubernur jenderal VOC ke dalam kubur. Sejumlah nama pun muncul sebagai kandidat, namun tak ada nama Joannes Camphuys dalam daftar tersebut.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pemilihan AM. “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado tak hanya menjadikannya walikota perempuan pertama pasca-dibubarkannya RIS. Pemilihannya juga menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
transparant.png
bottom of page