- 13 Agu 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 20 Mei
MINGGU sore 14 September 1930, Yogyakarta menghelat pertandingan sepakbola antara tim HSH melawan AMS Yogyakarta. Antusiasme warga untuk menyaksikannya cukup tinggi di era sport mulai marak itu.
Di babak awal, HSH unggul 1-0. Namun, perimbangan kekuatan kedua tim tak berubah di babak kedua. Bahkan, satu gol lagi berhasil disarangkan tim HSH. AMS kewalahan dalam bertahan di babak akhir. Guru olahraga mereka pun akhirnya harus turun tangan.
Turunnya sang guru mengubah peta kekuatan kedua tim. Pemain sayap kiri yang murid sang guru, namanya Soeharso, lalu berhasil mengecoh bek lawan. Berkat umpan dari sang guru, Soeharso lalu bisa menyundul bola yang menghasilkan gol. Meski kalah, AMS bisa memperkecil skor menjadi 1-2. Begitulah De Locomotief tanggal 15 September 1930 memberitakan laga tersebut.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















