- 13 Agu 2023
- 4 menit membaca
Diperbarui: 7 Feb
DUA pria berhidung mancung mengenakan jas dan bertopi bak pesulap. Salah satunya, yang topinya bertuliskan Union Jack, memecutkan cambuk ke seorang pria yang sedang menunggang kuda lumping. Pria berkumis dan berpeci itu, dengan baju bertuliskan Tengku, seketika mengucapkan kata: “Perang... Perang”.
Karikatur bertajuk “Circus from Malaysia” itu dimuat di harian Merdeka, 28 April 1964. Temanya seputar Konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia yang sedang hangat-hangatnya saat itu. Pesannya jelas: penggambarnya ingin menunjukkan bahwa Tengku Abdurahman Putra, perdana menteri Malaysia, adalah boneka Inggris, negara yang mendorong pembentukan Federasi Malaysia yang ditentang Sukarno.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












