- 15 Jul 2021
- 4 menit membaca
Diperbarui: 7 Feb
LELAKI muda itu turun dari kereta. Wajahnya kucel setelah menempuh perjalanan belasan jam Solo-Jakarta. Dia menyeret kopor kulitnya dan berjalan keluar Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Becak-becak menyambutnya. Dia memilih satu untuk mengantarkannya ke daerah Planet Senen. Di sini dia akan tinggal sementara untuk mencari pekerjaan dan belajar kepada seniman Senen.
Harmoko, lelaki muda yang kelak menjadi menteri penerangan 1983–1997 itu, telah lama mendengar tentang keajaiban di Pasar Senen. Selama belajar mendalang wayang dan karawitan di sanggar Himpunan Budaya Surakarta, Solo, pada 1950-an, dia diberitahu oleh kawannya tentang tempat berkumpulnya para seniman di Jakarta. Semacam Rue de Montmarte-nya Jakarta.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












