top of page

Timnas Indonesia Digulung Jepang Bukan Cerita Baru

Dengan skor yang sama, Timnas Indonesia juga takluk di tangan Jepang dalam Merdeka Games Cup 1976. Di akhir turnamen, Indonesia keluar sebagai juru kunci.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Timnas Indonesia saat menghadapi Jepang dalam laga terakhir ronde ke-3 kualifikasi Piala Dunia Zona Asia Grup C pada 10 Juni 2025. (IG @Timnas Indonesia).

14 Jun 2025
3 menit membaca

Diperbarui: 20 Apr

USAI sudah perjalanan Timnas Indonesia dalam ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia zona Asia. Di klasemen akhir Grup C, Indonesia menduduki peringkat ke-4 dan berhak lanjut ke babak selanjutnya. Namun, perjuangan masih panjang. Asa terus menyala bagi Timnas Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat-Kanada-Meksiko.


Kendati demikian, pelatih Patrick Kluivert dan jajarannya mesti melakukan evaluasi, sebab di laga terakhir Indonesia dibantai Jepang dengan skor telak 0-6. Secara kelas dan kualitas pemain, Indonesia memang kalah dari Jepang. Namun, kekalahan dengan selisih gol setengah lusin tanpa balas tentu menyedihkan sekaligus membuktikan rapuhnya pertahanan Jay Idzez dkk. Ini menjadi kekalahan terbesar Indonesia selama putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia. Bila dijumlah dari pertemuan pertama, maka gawang Indonesia telah dibobol Jepang 10 gol.


Dengan skor dan lawan yang sama, Indonesia juga pernah mengalami kekalahan serupa di turnamen Merdeka Games Cup 1976. Harian Kompas, 11 Agustus 1976 memberitakan Timnas Garuda Indonesia “digunduli” Jepang 0-6 dalam pertandingan kedua turnamen tersebut di Stadion Negara Kuala Lumpur pada 10 Agustus 1976. Kekalahan ini merupakan kekalahan terbesar Indonesia dalam pertandingan-pertandingan sepanjang turnamen tersebut.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page