top of page

Insiden Duta Besar Marshall Green

Duta Besar Amerika Serikat terakhir di masa kepresidenan Sukarno. Menyebut durian seperti keju busuk dan takut ke Pelabuhan Ratu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Marshall Green, duta besar Amerika Serikat untuk Indonesia periode 1965--1969. Sumber: jaswdc.org.

31 Agu 2023
2 menit membaca

Diperbarui: 14 Mei

KETIKA menyerahkan surat kepercayaannya di Istana Negara pada 26 Juli 1965, kesabaran Duta Besar Amerika Marshall Green langsung diuji oleh Presiden Sukarno. Dalam sesi pertukaran pernyataan, Sukarno menyerang dengan keras kebijakan politik luar negeri AS. Wakil Komandan Tjakrabirawa Kolonel Maulwi Saelan turut hadir dan memperhatikan gerak-gerik Green.    


“Marshal Green pura-pura tidak mendengarkan serangan Bung Karno. Sebaliknya, ia dengan tertib berdiri dengan tegaknya di ruangan upacara, meskipun kemudian hari ia mengakui tidak tahan dan ingin pergi meninggalkan Istana,” kenang Saelan dalam Dari Revolusi 45 sampai Kudeta 66: Kesaksian Wakil Komandan Tjakrabirawa.


Green dalam memoarnya mencatat, perlu waktu berminggu-minggu bagi duta besar yang bertugas di Indonesia untuk memasuki upacara seperti itu. Penerimaan yang cepat ditafsirkan Green sebagai suatu penghormatan. Tetapi, kemudian dia sadar, Sukarno barangkali ingin menggunakan kesempatan awal ini untuk menghina duta besar AS yang baru.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
Kemenangan Eisenhower dalam pemilihan presiden AS membuat iklan kampanye di televisi menjadi andalan para politisi. Memicu munculnya iklan kampanye negatif.
Kemenangan Eisenhower dalam pemilihan presiden AS membuat iklan kampanye di televisi menjadi andalan para politisi. Memicu munculnya iklan kampanye negatif.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
transparant.png
bottom of page