- 13 Apr 2018
- 3 menit membaca
Diperbarui: 14 Mei
DALAM otobiografinya, Sukarno menyebut beberapa pemuka asing namun punya peran penting. Misalnya, Perdana Menteri Uni Soviet Nikita Khrushchev, Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, termasuk dua presiden AS: Dwight Eisenhower dan John F. Kennedy. Dari sekian nama, hanya seorang dari kelompok duta besar (dubes) yang paling berkesan bagi Bung Besar.
“Seorang asing yang mengerti kepadaku adalah Duta Besar Amerika di Indonesia, Howard Jones,” kata Sukarno kepada penulis Cindy Adams dalam Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. “Kami sering terlibat dalam perdebatan-perdebatan sengit dan pahit, akan tetapi aku semakin memandangnya sebagai seorang kawan tercinta.”
Jones memang piawai mengambil hati Sukarno yang senang sanjungan. Kepada Sukarno, Jones menggambarkan sosok sang presiden sebagai perpaduan antara Franklin Delano Roosevelt, presiden Amerika ke-32 dan Clark Gable, aktor tampan Hollywood. Sebagai lobi-lobi diplomatik, pujian Jones berhasil. Namun Jones bisa jadi tak membual atas ucapannya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












