top of page

Diculik Kelompok Anti Rock and Roll

Maria Ullfah dituduh pro-Amerika gara-gara meloloskan flm Hollywood.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sekretaris Kabinet Maria Ullfah Santoso meresmikan Paviliun Persatuan Wanita Jakarta Raya pada pembukaan Pekan Raya Ekonomi Internasional di Lapangan Bendungan Hilir, 21 Agustus 1954. (ANRI).

15 Agu
3 menit membaca

JUS Soema Di Pradja masih ingat kemana harus meminjam flm saat malam minggu tiba. “Saya pergi ke rumah Tante Iet, pinjam film untuk ditonton rame-rame,” kata Jus. Toh meminjamkan film bukan perkara sulit bagi Maria. Dia Ketua Panitia Sensor Film. Setiap film yang akan diputar di bioskop lewat tangannya terlebih dahulu.


Bukan hanya Jus yang punya kenangan nonton gratis berkat Maria Ullfah. Abbi Djajadiningrat, kemenakan Maria, pun punya pengalaman sama. “Dulu saya suka diajak nonton ke Studio 5 yang gedungnya dulu di antara Jalan Sunda dengan Jalan Agus Salim,” ujar Abbi.


Maria menjabat Ketua Panitia Sensor Film sejak 1950 sampai 1961. Film di saat itu adalah hiburan bergengsi bagi sebagian kalangan. Beberapa agen perusahaan flm asing pun berkantor di Indonesia, salah satunya dan yang paling terkenal adalah American Motion Picture Association in Indonesia (AMPAI). Bill Palmer, direktur perusahaan itu kenal Maria dan dekat dengan kalangan PSI.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page