top of page

Isaac Irot dari Marsose ke TNI

Penyintas Perang Dunia II yang oleh Belanda dianggap berjasa dalam melawan tentara Jepang. Pensiun sebagai anggota TNI.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Isaac Irot. (M.A. Yusuf/Historia.ID).

  • 18 Agu 2023
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 26 Mei

MENJELANG kedatangan tentara Jepang ke Hindia Belanda pada awal 1942, beberapa anggota pasukan khusus tentara kolonial Koninklijk Nederlands-Indische Leger (KNIL), Marechaussee alias Marsose, dikirim ke daerah koloni Inggris Malaka. Pasukan Marsose itu dipimpin Kapten Supheert.


Agar perlawanan terhadap tentara Jepang bisa dilanjutkan, setelah Februari 1942 pasukan itu harus mundur ke Sumatra. Pasukan itupun dibagi menjadi dua kelompok ketika akan menyeberangi Selat Malaka dengan perahu.


Saat itulah Prajurit kelas dua Irot mengambil peran besar bagi pasukannya. Dia mempertaruhkan nyawanya untuk tugas berbahaya yang tak satupun dari rekannya bersedia mengambilnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Saksi bisu perlawanan dari zaman ke zaman. Tempat singgah bagi aktivis.
bg-gray.jpg
Anak muda putus sekolah dan menganggur menjadi problem di banyak daerah di Indonesia. Di Jombang, sebuah kota kecil di Jawa Timur, mereka diberikan keterampilan praktis dan praktik lapangan lalu dikirim ke Lampung dalam program Transmigrasi Pramuka.
bg-gray.jpg
The United States’ hydrogen bomb tests in the Eniwetok Atoll in the Pacific alarmed a member of the Indonesian House of Representatives, who urged the government to mobilize opposition on the international stage.
bg-gray.jpg
Jenderal Soedirman mendukung Persatuan Perjuangan yang digagas Tan Malaka. Namun, dia kemudian meninggalkan kawan sehaluan setelah terjadi peristiwa kudeta 3 Juli 1946.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Lewat kemenangan 6-1 Spurs membuat Old Trafford jadi kuburan bagi pemiliknya. Mengulang sejarahnya.
Lewat kemenangan 6-1 Spurs membuat Old Trafford jadi kuburan bagi pemiliknya. Mengulang sejarahnya.
Untuk pertama kalinya peringatan maestro tari topeng Mimi Rasinah dengan cukup besar. Melibatkan seniman nasional dan internasional.
Untuk pertama kalinya peringatan maestro tari topeng Mimi Rasinah dengan cukup besar. Melibatkan seniman nasional dan internasional.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Bahu-membahu di bawah panji Unifikasi. Melebur jadi satu dengan menghayati lagu “Arirang”.
Bahu-membahu di bawah panji Unifikasi. Melebur jadi satu dengan menghayati lagu “Arirang”.
Arsenal merayakan FA Cup tanpa euforia penonton di Wembley. Berbeda jauh dari suasana final di stadion ikonik itu 97 tahun silam.
Arsenal merayakan FA Cup tanpa euforia penonton di Wembley. Berbeda jauh dari suasana final di stadion ikonik itu 97 tahun silam.
transparant.png
bottom of page