- 18 Agu 2023
- 2 menit membaca
Diperbarui: 2 jam yang lalu
MENJELANG kedatangan tentara Jepang ke Hindia Belanda pada awal 1942, beberapa anggota pasukan khusus tentara kolonial Koninklijk Nederlands-Indische Leger (KNIL), Marechaussee alias Marsose, dikirim ke daerah koloni Inggris Malaka. Pasukan Marsose itu dipimpin Kapten Supheert.
Agar perlawanan terhadap tentara Jepang bisa dilanjutkan, setelah Februari 1942 pasukan itu harus mundur ke Sumatra. Pasukan itupun dibagi menjadi dua kelompok ketika akan menyeberangi Selat Malaka dengan perahu.
Saat itulah Prajurit kelas dua Irot mengambil peran besar bagi pasukannya. Dia mempertaruhkan nyawanya untuk tugas berbahaya yang tak satupun dari rekannya bersedia mengambilnya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















