top of page

Iskandar Alisjahbana, Rektor yang Diteror

Dianggap mendukung gerakan mahasiswa ITB menolak pencalonan kembali Soeharto sebagai presiden, rumah dinas Iskandar Alisjahbana ditembaki tentara. Bahkan, dia diberhentikan sebagai Rektor ITB.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Rektor ITB Prof. Dr. Iskandar Alisjahbana. (itb.ac.id).

24 Jul 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 21 Jan

PADA 9 Februari 1978, sunyi merambati Bandung malam itu. Suasana mencekam masih terasa usai pasukan bersenjata menduduki kampus ITB dan kampus Universitas Padjadjaran siang harinya. Begitu pun di Jalan Sulanjana, kawasan yang menjadi tempat tinggal Rektor ITB Iskandar Alisjahbana.


Entah dari mana datangnya, tetiba terdengar suara tembakan beberapa kali. Seketika tembok di atas jendela kamar salah seorang putri Iskandar meninggalkan lubang-lubang cukup besar. Tentu saja kejadian yang serba cepat tersebut membuat keluarga Iskandar panik.  

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Kisah generasi pertama Timnas Indonesia. Jauh dari hingar bingar publisitas dan fasilitas mewah, mereka berlaga di lapangan hijau demi mengharumkan nama Indonesia.
Kisah generasi pertama Timnas Indonesia. Jauh dari hingar bingar publisitas dan fasilitas mewah, mereka berlaga di lapangan hijau demi mengharumkan nama Indonesia.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Perempuan yang tak lelah memperjuangkan nasib sesamanya.
Perempuan yang tak lelah memperjuangkan nasib sesamanya.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
transparant.png
bottom of page