Diperbarui: 29 Jul
PADA zaman Hindia Belanda, di Bandung hiduplah seorang juragan roti dan daging kaya raya yang sangat ingin membuat pesawat terbang sendiri. Ia adalah Kho Kee Hien. Juragan ini rela menggelontorkan uang yang sangat banyak untuk membuat sebuah pesawat.
Untuk itu, ia bekerja sama dengan para ahli dari Militaire Luchvaart (ML) alias Jawatan Penerbangan dari Koninklijk Nederlandsch Indishe Leger (KNIL) di Bandung. Untuk desain pesawat dipercayakan kepada L.W. Walreven dan M. Pattist. Sedangkan untuk perakitan diserahkan kepada seorang pemuda berusia 25 tahun bernama Achmad bin Talim, yang dibantu beberapa asisten. Pada 1935, pesawat itu berhasil mengudara. Pesawat ini bukan satu-satunya yang dirakit Achmad dkk.
Achmad juga teknisi di ML-KNIL. Pemuda jebolan sekolah teknik ini sejak umur 16 tahun sudah bekerja di bengkel penerbangan KNIL di Andir, Bandung. Dalam hal perakitan pesawat, Achmad memulai dari nol.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















