- 16 Mei 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 17 Feb
PADA 2007, ketika mengunjungi Istanbul, saya mendapat buku Emerald Hills of the Heart: Key Concepts in the Practice of Sufism. Buku yang dikarang ulama besar Turki Fethullah Gülen itu, mengupas kata-kata kunci dalam tasawuf dan penjelasan yang cukup mudah dimengerti. Bagi saya, buku demikian segera mengingatkan pada karya klasik Hamka, Tasauf Modern (ejaan yang tetap dipertahankan dalam buku itu tasauf, bukan tasawuf).
Sufisme, menurut Gülen, bermakna transformasi yang mengarahkan kehendak individu sesuai kehendak-Nya. Selain itu, sufisme merupakan upaya berkelanjutan membersihkan diri dari yang buruk dalam rangka memperoleh kebajikan. Karenanya, tasawuf merupakan jalan untuk memperoleh “kualitas malaikat dan bertabiat di jalan Tuhan”, hidup sesuai dengan persyaratan pengetahuan dan kasih Allah dan dalam kenikmatan spiritual yang dihasilkannya. Sebagaimana Hamka, bagi Gülen, sufisme tidak terpisahkan dari syariat.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.















