top of page

Jejak Islam di Batik Besurek

Semula menjadi bagian dari proses daur hidup manusia, batik besurek kini menjadi pakaian kantoran tanpa kehilangan nuansa Islami.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Batik besurek khas Bengkulu.

7 Jun 2017
1 menit membaca

Diperbarui: 10 Jul

PENGARUH Islam terhadap ragam hias tekstil terjejak pada batik besurek khas Bengkulu. Motifnya biasanya hanya berupa huruf Arab gundul yang tak punya makna khusus –kecuali beberapa jenis kain, terutama untuk upacara adat.


Lalu ada perpaduan motif flora dan fauna –yang sudah distilisasi hingga tak dikenali lagi bentuk aslinya– sebagai simbol hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.


Dalam Pengaruh Islam dalam Seni Wastra Indonesia, katalog dalam pameran di Museum Tekstil Jakarta, Judi Achjadi dan Benny Gratha menulis, keberadaan kain besurek di Bengkulu diperkirakan muncul awal abad ke-16 seiring masuknya pengaruh Islam.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page