Diperbarui: 11 Okt
BARUS. Sebuah kawasan yang memiliki luas 15 km persegi. Terletak di antara perbukitan dan pesisir barat Sumatera Utara, wilayah ini pernah mengejutkan dunia perdagangan internasional berkat hasil alamnya. Pada 1995, di desa Lobu Tua, salah satu daerah di Barus, masyarakat pernah memasang sebuah spanduk bertuliskan ‘Dirgahayu ke-50 Negaraku, dan Dirgahayu ke-5000 Desaku’. Sebuah pernyataan yang sangat menarik.
Dalam Lobu Tua: Sejarah Awal Barus, Claude Guillot menyebut bahwa pernyataan masyarakat itu didasarkan atas pemikiran seorang ahli sejarah dari daerah tersebut. “Nama Barus sudah lama muncul, apabila diterima pendapat bahwa Barousai yang disebut Ptolemaeus (geografis Romawi) adalah Barus.” tulisnya.
Selain oleh Ptolemaeus, nama Barus sebagai sebuah tempat juga tercatat dalam sejarah Dinasti Liang (abad ke-6 M). Setelahnya, banyak peradaban yang menyebut nama Barus dan selalu dikaitkan dengan hasil alamnya, yakni kapur barus dan kamper.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















