top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Kado Manis dari Tionghoa untuk Tenis Indonesia

Etnis Tionghoa ikut mempopulerkan tenis dan turut mengharumkan nama Indonesia.

Oleh :
Historia
22 Nov 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Kho Sin Kie bersama tim Piala Davis Polandia dan China, 1939. (Istimewa).

  • 23 Nov 2024
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 26 Nov 2025

MALAM itu Tan Liep Tjiauw kecewa. Lapangan tenis untuk partai final kejuaraan tenis tahunan Malaya, Agustus 1949, basah dan licin. Dan dia pun kalah melawan KH Ip, petenis China. Namun, media tetap memuji prestasinya dan mafhum karena dia kelelahan karena sebelumnya harus bermain di final ganda campuran.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Donny "God Bless" Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny "God Bless" Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
Cornelis Speelman di Tengah Kemelut Mataram

Cornelis Speelman di Tengah Kemelut Mataram

Perlawanan Trunajaya terhadap Mataram membuat VOC turun tangan. Cornelis Speelman ditunjuk untuk menyelesaikan kemelut tersebut.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Kala Pasukan Muslim Menggedor Eropa Lewat Iberia

Kala Pasukan Muslim Menggedor Eropa Lewat Iberia

Kekhalifahan Umayyah taklukkan Hispania lewat satu pertempuran menentukan di pengujung bulan Ramadhan.
Andilan Orang Betawi Menyambut Lebaran

Andilan Orang Betawi Menyambut Lebaran

Tradisi patungan masyarakat Betawi untuk membeli kerbau yang akan dihidangkan di hari Lebaran. Kebersamaan ini masih bertahan di tengah segala kemudahan.
bottom of page