top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Tionghoa Nasionalis di Gelanggang Bulutangkis

Meski segudang prestasi telah dipersembahkan kepada negeri, pebulutangkis etnis Tionghoa sering mendapat diskriminasi.

Oleh :
20 Nov 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

  • 21 Nov 2024
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 26 Nov 2025

NYARIS putus sekolah, karena keluarganya miskin, Ivana Lie terbantu karena prestasinya di bidang bukutangkis. “Dari situ akhirnya muncul motivasi. Kalau saya jadi juara, saya bisa membantu orangtua saya,” ujarnya. Sedari kecil dia kerap memenangi kejuaraan. Hingga suatu waktu, dia terpilih mewakili Indonesia dalam sebuah kejuaraan bulutangkis yunior di India. Namun, dia gagal berangkat lantaran tak punya paspor.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
bottom of page