top of page

Tionghoa dalam Api dan Bara

Orang Tionghoa tak hanya jadi penonton selama masa revolusi. Beberapa ikut memanggul senjata dan gugur sebagai pahlawan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pemuda Tionghoa dalam perang kemerdekaan. (Illustrations of the Revolution: Indonesia 1945-1950).

5 Jun 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 5 Agu

TIAP zaman, golongan Tionghoa selalu “serba salah” dalam bersikap, ibarat buah simalakama. Seperti dilukiskan dengan bagus oleh Charles Coppel dalam Tionghoa Indonesia dalam Krisis: “Jika mereka terlibat dalam kalangan oposisi, mereka dicap subversif. Apabila mereka mendukung penguasa waktu itu, mereka dicap oportunis. Dan jika mereka menjauhi diri dari politik, mereka juga oportunis sebab mereka itu dikatakan hanya berminat mencari untung Pemuda Tionghoa dalam perang kemerdekaan.”


Itulah yang membuat orientasi orang Tionghoa terbelah selama masa pendudukan Jepang dan revolusi, yang disebut Tjamboek Berdoeri alias Kwee Thiam Tjing sebagai masa “Indonesia dalem Api dan Bara” karena penuh pergolakan, kekerasan, dan ketakutan.


Dalam makalah berjudul “Bystanders, Participants, Victims: The Chinese in Java and West Kalimantan, 1945-46”, Mary Somers-Heidhues menyebut tiga sikap yang diambil etnis Tionghoa selama masa revolusi tak berpihak atau netral, bersimpati dan berjuang di pihak Republik, serta berharap perlindungan dari Republik Tiongkok.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
bg-gray.jpg
Cerita dari Museum Gatot Soebroto di Ungaran. “Rumah Prihatin” yang kaya cerita meski hanya setahun ditinggali sang jenderal.
bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto nyentrik dan eksentrik dalam penampilan, perkataan, dan keyakinan. Jenderal humoris dan dekat dengan anak buah. Penyayang anak-anak dan pelindung umat Buddha.
Sebelum dikenal sebagai dokter dan penerbang, Abdulrachman Saleh aktif di beberapa organisasi pemuda dan kelompok olahraga. Ia merupakan sosok pemimpin yang disegani. Dari sanalah julukan "Karbol" itu muncul.
Sebelum dikenal sebagai dokter dan penerbang, Abdulrachman Saleh aktif di beberapa organisasi pemuda dan kelompok olahraga. Ia merupakan sosok pemimpin yang disegani. Dari sanalah julukan "Karbol" itu muncul.
 Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Dulu pesepakbola yang berseragam celana kulot dianggap vulgar. Kini, perempuan dengan seragam berjilbab dianggap tak sesuai.
Dulu pesepakbola yang berseragam celana kulot dianggap vulgar. Kini, perempuan dengan seragam berjilbab dianggap tak sesuai.
Aktor senior Adi Kurdi menilai Sukarno berhasil menyelaraskan pemikiran dan keterampilan.
Aktor senior Adi Kurdi menilai Sukarno berhasil menyelaraskan pemikiran dan keterampilan.
transparant.png
bottom of page