top of page

Gurita Bisnis Tionghoa

Sejak masa VOC, kelompok Tionghoa harus menyesuaikan diri dengan perubahan kekuasaan. Banyak yang tumbang, ada pula yang bertahan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Perusahaan dagang Tionghoa di sepanjang Kali Besar di kawasan Pecinan Batavia. (Wereldmuseum Amsterdam/Wikimedia Commons).

3 Jun 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

PADA 18 Desember 1639, Gubernur Jenderal Antonio van Diemen memberitakan kepada atasannya di Negeri Belanda, Heeren XVII, bahwa, “Saudagar Besar Cina Jan Con” meninggal dunia secara mendadak dengan meninggalkan kebangkrutan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page