top of page

Karena Beras Pelabuhan Banyuwangi Dibom Belanda

Belanda membombardir pelabuhan Banyuwangi untuk menggagalkan pengiriman beras ke India.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 13 Jul 2020
  • 7 menit membaca

BILA mengingat peristiwa penting dalam sejarah Indonesia yang terjadi pada awal Juli, umumnya orang mengingat usaha kelompok yang berafiliasi dengan Persatuan Perjuangan (PP) Tan Malaka untuk memaksa Sukarno agar menyetujui perubahan struktur pemerintahan yang mereka ajukan. Sebenarnya, pada permulaan Juli 1946 ada kejadian lain yang juga patut diperhatikan, walaupun jauh dari ibu kota Republik Indonesia dan sangat jarang disebut orang. Kali ini tidak hanya berkenaan dengan konflik internal di tubuh kaum Republiken, melainkan dalam konteks perang Indonesia-Belanda, dengan India yang terlibat secara tidak langsung. Peristiwa itu adalah pengeboman Belanda atas pelabuhan Banyuwangi, Jawa Timur. Tidak tanggung-tanggung, Belanda membombardir pelabuhan itu dari laut dan udara selama tiga hari berturut-turut.


Penyebabnya karena pelabuhan itu menjadi tempat penyimpanan dan pengapalan beras ke India yang menderita kelaparan. Pada April 1946, Perdana Menteri Sutan Sjahrir, sebagai salah satu gestur diplomatik untuk meraih dukungan internasional, menawarkan bantuan beras kepada India sebanyak 500.000 ton. Bantuan itu disambut baik India yang menjanjikan bahan pakaian –yang sangat dibutuhkan Indonesia– sebagai balasan. “Diplomasi beras” Sjahrir ini penting bagi Republik Indonesia yang usianya belum genap setahun dan lautnya tengah diblokade oleh Belanda.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
transparant.png
bottom of page