top of page

Karena Beras Pelabuhan Banyuwangi Dibom Belanda

Belanda membombardir pelabuhan Banyuwangi untuk menggagalkan pengiriman beras ke India.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Perdana Menteri Sutan Sjahrir bersama Menteri Kemakmuran Dr. A.K. Gani sedang meninjau pengangkutan bantuan beras untuk India di Pelabuhan Cirebon, 20 Februari 1947. (ANRI).

13 Jul 2020
7 menit membaca

BILA mengingat peristiwa penting dalam sejarah Indonesia yang terjadi pada awal Juli, umumnya orang mengingat usaha kelompok yang berafiliasi dengan Persatuan Perjuangan (PP) Tan Malaka untuk memaksa Sukarno agar menyetujui perubahan struktur pemerintahan yang mereka ajukan. Sebenarnya, pada permulaan Juli 1946 ada kejadian lain yang juga patut diperhatikan, walaupun jauh dari ibu kota Republik Indonesia dan sangat jarang disebut orang. Kali ini tidak hanya berkenaan dengan konflik internal di tubuh kaum Republiken, melainkan dalam konteks perang Indonesia-Belanda, dengan India yang terlibat secara tidak langsung. Peristiwa itu adalah pengeboman Belanda atas pelabuhan Banyuwangi, Jawa Timur. Tidak tanggung-tanggung, Belanda membombardir pelabuhan itu dari laut dan udara selama tiga hari berturut-turut.


Penyebabnya karena pelabuhan itu menjadi tempat penyimpanan dan pengapalan beras ke India yang menderita kelaparan. Pada April 1946, Perdana Menteri Sutan Sjahrir, sebagai salah satu gestur diplomatik untuk meraih dukungan internasional, menawarkan bantuan beras kepada India sebanyak 500.000 ton. Bantuan itu disambut baik India yang menjanjikan bahan pakaian –yang sangat dibutuhkan Indonesia– sebagai balasan. “Diplomasi beras” Sjahrir ini penting bagi Republik Indonesia yang usianya belum genap setahun dan lautnya tengah diblokade oleh Belanda.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Sikap pujangga terlihat dari karya sastra yang dihasilkannya. Ada yang mengabdi kekuasaan, ada yang melawan penjajahan.
Sikap pujangga terlihat dari karya sastra yang dihasilkannya. Ada yang mengabdi kekuasaan, ada yang melawan penjajahan.
Hari Valentine dianggap bukan lagi perayaan hari kasih sayang.
Hari Valentine dianggap bukan lagi perayaan hari kasih sayang.
Wajib dilalui, karantina di Pulau Kamaran meninggalkan kesulitan tersendiri bagi para calon haji di masa lalu.
Wajib dilalui, karantina di Pulau Kamaran meninggalkan kesulitan tersendiri bagi para calon haji di masa lalu.
Koleksi Asia yang selama ini tersebar di berbagai lembaga di Belanda disimpan di bawah satu atap perpustakaan Universitas Leiden.
Koleksi Asia yang selama ini tersebar di berbagai lembaga di Belanda disimpan di bawah satu atap perpustakaan Universitas Leiden.
transparant.png
bottom of page