top of page

Karena Kegemaran Terhadap Kumbang

The Malay Archipelago mengurai perjalanan Wallace di Asia. Salah satu buku perjalanan terbaik yang pernah ada.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Alfred Russel Wallace tahun 1895. (London Stereoscopic and Photographic Company/Wikimedia Commons).

21 Mei 2023
7 menit membaca

BAYANGKAN Alfred Russel Wallace tengah mempelajari peta di Royal Geographic Society di London. Saat itu akhir Januari 1853. Di usia 30 tahun, dia baru saja kembali dari petualangan selama empat tahun di lembah Amazon. Di Brasil, dia merasakan sensasi mengoleksi kumbang dan untuk alasan pragmatis, hidup sederhana dengan mengirimkan spesimen kumbang kepada agennya di London. Dia menulis beberapa karya ilmiah dan mulai menapaki jenjang keilmuwan Inggris.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page