top of page

Katarsis Bekas KNIL yang Merindukan Tanah Kelahiran

Kolaborasi kelompok teater Belanda dan Indonesia menyuguhkan pementasan “Operasi Batavia”. Menyuarakan trauma dan luka para eks-KNIL yang selama ini terpendam.

loading_historia_white.gif
transparant.png

DeltaDua dan Teater Kubur yang mementaskan "Operasi Batavia" di malam pembukaan Festival Teater Jakarta 2022. (Randy Wirayudha/Historia.ID).

2 Des 2022
4 menit membaca

Diperbarui: 17 Mei

WAJAHNYA kusam ditumbuhi jenggot rimbun tak terawat. Pakaiannya lusuh. Tidurnya pun tak pernah tenang. Moses (diperankan Alex Lekatompessy), lelaki itu, terbangun dengan keresahan. Orang-orang dalam mimpinya mulai menghilang seiring sayup-sayup terdengar lantunan lagu lawas yang memancing kerinduannya akan tanah kelahiran.


Beta ingin mau pulang, ke Amboina e

Pulang ke kampungku di Maluku

Beta ingin mau pulang ke Amboina e

Di tengah lautan, lautan teduh


Orang-orang dalam mimpinya seakan nyata. Lantunan itu pun terus terngiang meski Moses mulai tersadarkan. Akan tetapi ingatan akan kampung halamannya tak datang sendirian. Stres, depresi, dan trauma mengikutinya dan mengkristal menjadi rasa sakit yang tak terperikan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page