- 17 Jun 2019
- 5 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
SATU set meja kayu retro yang jadi alas mesin ketik melengkapi sesosok patung pria berkumis mengenakan setelan kemeja dan celana putih yang sudah lusuh. Ia jadi bagian dari salah satu diorama di Ruang Pamer I Museum Purbakala Sangiran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Siang itu masih termasuk masa-masa libur Lebaran. Tak heran museum disesaki pengunjung. Pun begitu, sosok patung yang digambarkan sedang mengetik itu acap luput dari perhatian. Ia dianggap kurang menarik untuk dijadikan latar berfoto ria para pengunjung yang masih awam jika dibandingkan koleksi-koleksi lain yang dipamerkan semisal tempurung manusia purba atau fosil-fosil hewan purba.
Banyak dari para pengunjung yang membanjiri Museum Sangiran itu pemudik yang mencari wahana rekreasi untuk mengisi libur mudik. Berbekal karcis masuk Rp8 ribu (turis mancanegara Rp15 ribu), kebanyakan dari mereka hanya membawa hasil foto di kamera mereka.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















