- 3 Jun 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 8 Agu
ALKISAH, berlayarlah sebuah kapal bernama Borneo dengan kapten kapalnya bernama De Barito. Namun dalam perjalanannya, kapal itu karam di pulau bernama Kambang (kini terletak di tengah Sungai Barito, Kalimantan Selatan). Dari situlah kemudian nama kapal itu dijadikan nama pulau tempat karamnya kapal tersebut, Borneo. Lalu, sungai tempat Pulau Kambang berada, yang melintas di Pulau Borneo atau Kalimantan, dinamakan pula Sungai Barito. Begitulah cerita rakyat yang beredar secara turun-temurun.
Beberapa ahli menyebut Borneo justru berasal dari kata “Brunei” atau “Burney”. Brunei adalah daerah yang terletak di sisi utara Kalimantan, yang kini merupakan sebuah negara berdaulat dengan nama Brunei Darussalam.
Slamet Muljana dalam Sriwijaya mencatat bahwa Brunei terkait dengan kata “Porunai”. Nama ini terkait dengan kisah koloni dari orang India Selatan di sekitar daerah tersebut. Di daerah asalnya, ada sungai bernama Travancore, belakangan disebut Tamiraparani. Slamet Muljana kurang setuju dengan pendapat GTM McBryan bahwa Brunei berasal dari kata “Burni", bahasa Sansekerta yang artinya kesibukan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















